Sumsel.Radarinformasinews.com, Palembang – Suasana berbeda tampak di halaman Kantor Camat Kertapati, Palembang, pada Selasa pagi. Area yang biasanya dipadati kendaraan roda dua dan roda empat milik pegawai, kini terlihat lengang dan hanya menyisakan ruang terbuka hijau yang asri.
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Surat Edaran (SE) Walikota Palembang mengenai penggunaan transportasi umum atau kendaraan non-emisi bagi aparatur sipil negara (ASN). Plt. Camat Kertapati, Rifandi Putra, S.STP., M.Si, memimpin langsung gerakan ini dengan memberikan teladan bagi seluruh jajarannya.
”Hari ini kami membuktikan bahwa kebijakan bukan sekadar aturan di atas kertas, tapi sebuah gerakan moral. Saya meminta seluruh staf, tanpa terkecuali, untuk meninggalkan kendaraan pribadi di rumah dan beralih menggunakan transportasi umum, ojek online, atau bersepeda menuju kantor,” ujar Rifandi Putra saat ditemui di sela kegiatannya.
Rifandi menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya baru di lingkungan birokrasi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan mendukung program pengurangan emisi gas buang di Kota Palembang. Menurutnya, aparatur pemerintah harus menjadi cermin bagi masyarakat dalam kedisiplinan dan kepedulian lingkungan.
”Ini bukan soal menyulitkan mobilitas, tapi soal mengubah pola pikir. Dengan menggunakan transportasi umum, kita tidak hanya membantu mengurangi kemacetan dan polusi, tapi juga lebih dekat dengan denyut nadi kehidupan masyarakat di jalanan. Ada sisi humanis yang kita petik saat kita duduk berdampingan dengan warga di angkutan publik,” tambahnya dengan nada optimistis.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan dipantau secara berkala agar menjadi kebiasaan yang berkelanjutan, bukan sekadar seremoni sesaat. Halaman kantor yang kosong pun dialihfungsikan sementara untuk kegiatan yang lebih produktif dan ramah lingkungan selama jam kerja berlangsung.
”Saya ingin Kertapati menjadi contoh bagi wilayah lain bahwa kita bisa tetap produktif dan melayani masyarakat dengan prima meski tanpa kendaraan pribadi. Inovasi kecil jika dilakukan bersama-sama akan membawa dampak besar bagi kenyamanan kota kita tercinta,” pungkas Rifandi.(Red)















