Sumsel.Radarinformasinews.com, Palembang – Mengawali tahun 2026, Kelurahan Enam Belas Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, menekankan pentingnya dialog dalam menyelesaikan dinamika sosial di tengah masyarakat. Lurah Enam Belas Ulu, Kgs Syahri Ramadhon, SH., MH., sukses memfasilitasi mediasi atas dua persoalan krusial warga yang berakhir dengan kesepakatan damai pada Jumat (23/01).
Mediasi yang digelar di kantor lurah tersebut menjadi bukti nyata bahwa pendekatan humanis dan komunikasi persuasif mampu menjadi solusi bagi konflik tanpa harus melalui jalur pengadilan. Dua persoalan yang berhasil diselesaikan meliputi sengketa dugaan penyerobotan lahan di Jalan Pertahanan Ujung (RT 73) serta keluhan warga terkait limbah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencemari lingkungan di Jalan KH Balkhi (RT 09).
Lurah 16 Ulu, Kgs Syahri Ramadhon, menjelaskan bahwa langkah mediasi ini merupakan bentuk komitmen kelurahan dalam menjaga kerukunan antarwarga.
”Alhamdulillah, di awal tahun ini kami telah memfasilitasi dua kali mediasi dan keduanya mencapai mufakat. Prinsip kami adalah mengedepankan kekeluargaan. Untuk masalah lahan di RT 73 maupun persoalan limbah dapur MBG di RT 09, semua pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara baik-baik,” ujar Syahri Ramadhon usai pertemuan tersebut.
Syahri menambahkan, keberhasilan mediasi ini tidak lepas dari sinergi tiga pilar serta dukungan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas menurutnya memberikan rasa aman dan menjamin netralitas dalam setiap proses pengambilan keputusan.
”Kami ingin Kantor Lurah bukan sekadar tempat urusan administrasi, tapi juga rumah bagi warga untuk mengadu dan mencari solusi. Kami bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat selalu siap menjadi jembatan agar setiap persoalan tidak membesar dan tetap menjaga suasana kondusif di lingkungan 16 Ulu,” tambahnya.
Terkait isu lingkungan akibat limbah dapur MBG, Syahri menekankan bahwa pihak pengelola telah bersedia melakukan langkah-langkah perbaikan agar operasional mereka tidak lagi mengganggu ekosistem air warga sekitar. Dengan selesainya dua persoalan ini, pihak kelurahan berharap semangat gotong royong dan saling menghargai terus tumbuh di tengah masyarakat Palembang, khususnya di wilayah Enam Belas Ulu.(Red)















