RadarInformadinews.com. Palembang – Semangat UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Palembang kian membara, terutama di sektor kain tradisional yang sarat budaya. Camat Seberang Ulu Dua, Arya Andriana, S.STP., M.Si., didampingi oleh Lurah Dua-belas Ulu dan jajaran, menyambangi langsung sentra produksi Jumputan Blongsong dan Blongket di wilayah Kelurahan Dua-belas Ulu pada Kamis (11/12/2025).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah inisiatif humanis untuk mendekatkan pemerintah dengan denyut nadi ekonomi rakyat. Camat Arya Andriana berinteraksi langsung dengan para pengrajin, mendengarkan cerita di balik setiap helai kain yang ditenun, serta tantangan yang mereka hadapi di era digital. Suasana hangat dan penuh inspirasi menyelimuti pertemuan tersebut, membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian dan pengembangan warisan budaya.
Para pengrajin Blongket dan Jumputan, yang mayoritas adalah ibu-ibu rumah tangga, menunjukkan ketekunan luar biasa. Mereka mengubah benang menjadi karya seni bernilai tinggi, sekaligus menjadi tulang punggung perekonomian keluarga. Kehadiran Camat Arya Andriana memberikan suntikan motivasi baru bagi mereka.
Melihat potensi besar ini, Camat Arya Andriana menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi, terutama dalam hal pemasaran dan kualitas produk.
”Kami melihat langsung kualitas Jumputan Blongsong dan Blongket di sini luar biasa, ini adalah warisan budaya yang harus kita jaga. Pemerintah Kecamatan Seberang Ulu Dua berkomitmen penuh untuk memfasilitasi UMKM ini agar tidak hanya bertahan, tetapi juga ‘naik kelas’ melalui pelatihan digitalisasi dan akses permodalan yang lebih mudah. Produk sehebat ini harus dikenal lebih luas, tidak hanya di Palembang, tetapi juga kancah nasional dan global,” ujar Camat Arya Andriana dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Camat juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi pahlawan ekonomi lokal dengan membeli produk-produk UMKM Palembang, khususnya kain tradisional.
”Mari kita tanamkan rasa bangga pada produk lokal kita. Setiap helai kain yang kita beli dari pengrajin Dua-belas Ulu ini, bukan hanya mendukung usaha kecil, tetapi juga mempertahankan tradisi Palembang. Saya mengajak seluruh warga, instansi, hingga wisatawan, untuk menjadikan Jumputan Blongsong dan Blongket dari Seberang Ulu Dua sebagai pilihan utama, karena di dalamnya terkandung dedikasi, seni, dan harapan masyarakat kita,” tutupnya, menyerukan aksi nyata dukungan pada produk daerah.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang inovatif dalam mendorong sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat, demi terwujudnya ekonomi kreatif Palembang yang mandiri dan berdaya saing.(Red)















