Sumsel.Radarinformasinews.com, Palembang – Mengawali hari pertama kerja di tahun 2026, Lurah Enam Belas Ulu, Kgs Syahri Ramadhon, SH., MH., langsung tancap gas melakukan peninjauan lapangan. Didampingi Sekretaris Lurah dan Ketua Komunitas KMPSPB, Syahri memantau langsung hasil normalisasi saluran air yang telah dikerjakan sejak November 2025 lalu.
Kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan infrastruktur air di wilayah lingkungan Talang Banten, Pertahanan, Lematang dan sekitarnya berfungsi optimal guna mencegah genangan di musim penghujan. Berdasarkan pantauan, saluran menuju anak sungai Aur kini telah tersambung sepenuhnya, sebuah pencapaian yang diharapkan mampu mengurangi beban drainase pemukiman warga secara signifikan.
Lurah Enam Belas Ulu, Kgs Syahri Ramadhon, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras bersama di tengah berbagai tantangan teknis di lapangan.
”Alhamdulillah, hari ini kita melihat langsung kondisi saluran menuju anak sungai Aur sudah tersambung dengan baik. Ini adalah hasil nyata kerja keras komunitas bersama masyarakat. Meski sempat ada beberapa hambatan, namun dengan semangat gotong royong, semuanya bisa berjalan lancar,” ujar Syahri saat ditemui di lokasi, Jumat (2/1).
Syahri menambahkan bahwa normalisasi ini hanyalah langkah awal dari visi besar penataan lingkungan di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh warga 16 Ulu.
Menatap tahun 2026, Syahri telah menyiapkan rencana strategis untuk memperkuat infrastruktur drainase tersebut agar tidak kembali mengalami pendangkalan atau penyempitan akibat pergeseran tanah.
“Harapan kami di tahun 2026 ini, keberhasilan normalisasi ini dapat segera dilanjutkan dengan pembangunan fisik yang lebih permanen, yakni pembangunan talud. Ini krusial agar tidak terjadi lagi penyempitan atau bahkan hilangnya saluran air induk di masa depan. Kami ingin memastikan warga merasa aman dan nyaman tanpa bayang-bayang banjir,” tegasnya.
Langkah responsif Lurah 16 Ulu ini menjadi potret kepemimpinan yang inspiratif, di mana birokrasi hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan solusi atas permasalahan lingkungan sejak hari pertama tahun baru dimulai.(Red)















