Sumsel.Radarinformasinews.com, Palembang – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Jl. Timbungan Lorong Sepakat, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, pada Jumat (10/4). Di lokasi ini, sebuah rumah reyot milik Muhammad Yuliono yang kondisinya sudah “patah as” dan nyaris roboh, akhirnya mendapatkan kepastian untuk dibangun kembali. Momen ground breaking ini bukan sekadar seremoni peletakan batu pertama, melainkan bukti nyata sinergi tiga pilar kebangsaan yang turun langsung ke lapangan.
Kegiatan kolaborasi antara BAZNAS Kota Palembang dan Polrestabes Palembang ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci, yakni: Ketua BAZNAS Kota Palembang, Kgs. M Ridwan Nawawi, S.Pd.I., M.M, Wakil Kapolrestabes Palembang (diwakili oleh Kabag SDM Polrestabes Palembang), AKBP M. Adil, S.H., M.Si, Plt. Camat Kertapati, Rifandi Putra, S.STP., M.Si, Kapolsek Kertapati, Iptu Angga Kurniawan, S.Tr.K, S.I.K., M.H, Lurah Ogan Baru, Bapak Firdaus, S.E., M.M.
Bagi Plt. Camat Kertapati, Rifandi Putra, kehadiran Polresta dan BAZNAS di wilayahnya adalah jawaban atas keterbatasan program bedah rumah yang selama ini sulit diakses warga duafa. Dalam sambutannya, Rifandi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Sumsel, Kapoltabes Palembang, hingga Kapolsek Kertapati yang telah membawa undangan kebaikan ini ke pintu warga Kelurahan Ogan Baru.
“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya di Kelurahan Ogan Baru. Kita tahu bersama bahwa kuota bedah rumah dari pemerintah sangatlah terbatas. Namun, berkat kepedulian Bapak Kapolda, Kapoltabes, dan Kapolsek, warga kami akhirnya mendapatkan kesempatan emas ini,” ujar Rifandi dengan nada penuh syukur.
Rifandi juga menyoroti pentingnya keberlanjutan semangat kemanusiaan ini. Ia menuturkan bahwa Kapolsek Kertapati telah menyampaikan slogan inspiratif dari Kapolda Sumsel: “Setiap hari harus berbuat baik.”
“Slogan itu tidak berhenti di kami. Saya akan teruskan estafet ini kepada Bapak/Ibu Lurah, kemudian kepada Bapak/Ibu Ketua RT, agar disampaikan ke seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Kertapati. Pertanyaannya sederhana namun mendalam: Sudahkah Anda berbuat baik pada hari ini?” tanya Rifandi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menebar manfaat tanpa menunggu perintah.
Senada dengan camatnya, Lurah Ogan Baru, Bapak Firdaus, S.E., M.M., menyatakan rasa bahagia yang luar biasa melihat warganya, Pak Yuliono, segera terlepas dari ancaman bahaya hunian tidak layak. Bagi Firdaus, kolaborasi ini adalah contoh sempurna bagaimana birokrasi dan aparat keamanan bisa lebur menjadi satu kekuatan untuk melayani rakyat kecil.
“Alhamdulillah, warga kami tidak hanya mendapat bantuan bedah rumah, tetapi juga paket sembako dari kecamatan dan kelurahan. Ini adalah momen di mana warga merasa benar-benar diperhatikan dan tidak sendirian,” ungkap Firdaus.
Firdaus menekankan bahwa pendampingan dari pihak kelurahan akan terus dilakukan hingga rumah tersebut selesai dibangun dan layak huni. “Kami sangat bersyukur masyarakat kami terbantu. Kehadiran Bapak-Bapak dari Polresta dan BAZNAS di sini memberikan energi positif bagi kami untuk terus melayani warga Ogan Baru dengan lebih baik lagi,” tambahnya.
Dengan disaksikannya peletakan batu pertama oleh para pejabat tersebut, rumah Pak Yuliono kini memiliki harapan baru. Rencana pembangunan ditargetkan selesai dalam dua bulan dengan spesifikasi yang aman dan nyaman, lengkap dengan dua kamar dan struktur cor tulang.
Peristiwa di Lorong Sepakat ini menjadi pengingat manis bahwa ketika Camat, Lurah, Polisi, dan Badan Amil Zakat bergandengan tangan, tidak ada masalah kemustahilan yang tidak bisa diselesaikan. Negara hadirlah dalam bentuk paling sederhana namun paling bermakna: atap yang kokoh bagi mereka yang membutuhkan.(Red)















