Alaku
Alaku

​Susuri Arus Kertapati, Rifandi Putra Petakan Potensi Lingkungan dan Mitigasi Sungai

Cloud Hosting Indonesia

RadarInformasinews.com. Palembang – Komitmen Pemerintah Kecamatan Kertapati dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan terus diperkuat melalui kolaborasi strategis. Pada Jumat (2/1/2026), Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Kertapati, Rifandi Putra, S.STP., M.Si., memimpin langsung kegiatan penelusuran Sungai Musi di wilayah Kertapati guna memetakan kondisi terkini lingkungan sungai.

​Dalam kegiatan yang berlangsung inspiratif ini, Rifandi Putra didampingi oleh Kepala UPT PUPR Kecamatan Kertapati, Dr. Silpa Prajawati, SE.Ak., M.T. Turut hadir memperkuat sinergi tersebut, Ketua KAWALI (Koalisi Kawal Lingkungan Hidup Indonesia) Sumatera Selatan, Candra Anugrah, serta CEO Care Indonesia, Dr. Abdul Wahid.

​Penelusuran ini bukan sekadar perjalanan wisata air, melainkan sebuah langkah inovatif untuk melihat langsung tantangan lingkungan, mulai dari sedimentasi hingga pengelolaan sampah di sepanjang bantaran sungai yang membelah wilayah Kertapati.

​”Sungai Musi adalah urat nadi kehidupan masyarakat Kertapati. Hari ini kami sengaja menggandeng KAWALI dan Care Indonesia untuk mendapatkan perspektif ahli mengenai bagaimana kita bisa menyeimbangkan pembangunan wilayah dengan pelestarian lingkungan sungai yang berkelanjutan,” ujar Rifandi Putra saat berada di atas perahu motor.

​Rifandi menekankan bahwa kehadiran tokoh lingkungan dan NGO internasional seperti Care Indonesia diharapkan dapat membawa gagasan segar bagi pengembangan kawasan Kertapati yang lebih ramah lingkungan dan tangguh terhadap perubahan iklim.

​”Kami tidak bisa bergerak sendiri. Diperlukan intervensi yang humanis kepada warga bantaran sungai agar mereka menjadi garda terdepan pelindung sungai. Melalui monitoring bersama ini, kami ingin menyusun database masalah yang akurat agar solusi yang diberikan oleh PUPR maupun mitra lingkungan benar-benar tepat sasaran dan berdampak panjang bagi kesejahteraan warga,” tegasnya.

​Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan di tingkat kecamatan mampu menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah daerah dengan aspirasi dari komunitas lingkungan dan internasional untuk menjaga identitas Palembang sebagai kota air.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *