Sumsel Radarinformasinews.com, Palembang – Suasana penuh semangat dan konsolidasi kuat mewarnai pengukuhan kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Sumatera Selatan. Wakil Ketua Umum DPP PKB, Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, M.A.P., hadir langsung mewakili Ketua Umum DPP PKB, Dr. (H.C.) H.A. Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), membawa amanat strategis yang menjadi arah baru gerak partai di Bumi Sriwijaya.
Pengukuhan yang dirangkai dengan Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi seluruh elemen PKB, mulai dari Dewan Syuro, Tanfidz, pimpinan DPC se-Sumsel, anggota DPRD Fraksi PKB, hingga badan-badan otonom seperti Panji Bangsa, Perempuan Bangsa, Garda Bangsa, Gemasaba, Garda BMI, dan Gerbang Tani. Kehadiran mereka menegaskan kesiapan PKB Sumsel memasuki fase baru yang lebih progresif dan berdampak.
Dalam pidatonya, Cucun menegaskan bahwa meski Gus Muhaimin tidak hadir secara fisik, arah pikiran dan semangat perjuangannya hadir secara utuh di tengah kader. Ia menyebut pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi titik tolak kebangkitan dan penegasan arah perjuangan PKB di tengah perubahan zaman yang serba cepat dan penuh tantangan.
“Dunia sedang berubah. Cara orang berpolitik berubah. Kepercayaan rakyat juga diuji. Maka PKB harus menjawab dengan tindakan nyata dan keberpihakan yang jelas,” tegas Cucun, menyampaikan amanat Ketua Umum.
Pesan utama yang dibawa adalah dorongan agar PKB “Naik Kelas”. Bukan hanya sebagai peserta pemilu, tetapi sebagai penggerak perubahan dan kekuatan kepemimpinan yang memberi solusi. Cucun menegaskan bahwa kader PKB harus bertransformasi dari sekadar politisi menjadi pemimpin yang menggerakkan, hingga menjadi negarawan yang berpikir jauh ke depan untuk kepentingan bangsa.
Lebih jauh, PKB juga menyatakan komitmennya untuk mendukung stabilitas dan kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto, dengan memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan hingga ke akar rumput, khususnya masyarakat desa.
Instruksi “Politik Kehadiran” menjadi penekanan utama dalam arah gerak DPW PKB Sumsel. Politik yang tidak berjarak, tidak menunggu momentum elektoral, tetapi hadir setiap saat di tengah persoalan rakyat.
“Ketika petani kesulitan pupuk, nelayan terhimpit, atau masyarakat bingung mengurus bantuan, kader PKB harus hadir. Dari kehadiran lahir kepercayaan, dan dari kepercayaan lahir kekuatan politik,” tegasnya.
Momentum ini juga diperkuat dengan kehadiran tokoh nasional dan kepala daerah, di antaranya Gus Rivqy Abdul Halim, H. Bertu Merlas, S.T., H. SN. Prana Putra Sohe, serta Muhammad Fauzan Nurhuda Yusro. Hadir pula Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, S.H., Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah, Walikota Lubuklinggau H. Rachmad Hidayat, Bupati Lahat H. Bursah Zarnubi bersama Wakil Bupati Widia Ningsih, Wakil Bupati Muba Kyai Abdurohman Husein, serta Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru yang dipimpin Ketua DPW H. Nasrul Halim, S.H., Sekretaris H. Sutami Ismail, S.Ag., dan Bendahara H. Ahmad Zarkasih, S.H.I., M.M., PKB Sumsel diharapkan bergerak cepat, solid, dan responsif menjawab harapan masyarakat.
Kini, dari Palembang, pesan perubahan itu digaungkan: PKB bukan sekadar partai, tetapi gerakan kehadiran yang membawa harapan, keadilan, dan kesejahteraan bagi rakyat Sumatera Selatan.(Rudi)















